![]() |
| Kamu bisa buta karena Video Porno ! |
1. Sebagai Guru Pembimbing yang Sesat
Terkadang adegan seks yang dilakukan di film porno memberikan pengetahuan yang tidak benar. "Kadang-kadang mengungkapkan hal yang tidak sesungguhnya, contohnya hubungan seksual kok lama banget bisa satu jam, aslinya tidak seperti itu," tutur dokter yang mendalami masalah seksologi, Dr. Andri Wanananda, MS, Jakarta Barat, Rabu (20/11/2013).
2. Merusak Main Set Pikiran anak di bawah umur
Film porno bisa mempengaruhi pemikiran anak di bawah umur. Mereka yang pengetahuannya kurang bisa saja terjerumus ke dalam 'pergaulan bebas', terutama yang memiliki lingkungan tidak memadai. Menurut pengamatan yang sering terjadi, "Saat film porno disaksikan oleh anak-anak, mereka bisa ikut terangsang sehingga mengakibatkan pelecehan seksual."
3. Berujung Pemerkosaan dan Pembunuhan
Tidak hanya pelecehan seksual, pemuda yang pendidikannya tidak tinggi kemudian tempat tinggalnya kurang memadai bisa terjerumus film porno yang berujung pemerkosaan. Ini tentu sangat merugikan banyak pihak, terutama pihak wanitanya.
4. Seks Tidak Wajar
Selain mengungkapkan hal-hal yang tidak benar, film porno juga bisa mempengaruhi penontonnya melakukan seks menyimpang. Misalnya saja, melakukan hubungan intim yang mengandung unsur kekerasan. "Penyimpangan pertama dilakukan tanpa keinginan kedua belah pihak, jadi yang satu maksa, itu nggak sehat, saya melihatnya dari aspek kedokteran ya. Kedua itu dilakukan dengan cara-cara yang menyakiti seperti si pria nggak bisa terangsang kalau nggak menyakiti wanitanya. Wanitanya terpaksa menerima," kata Andri memberikan contoh.
5. Mengakibatkan Kebutaan Mata
Sebuah penelitian baru yang di lakukan oleh Tim dari University of Groninger Medical Centre di Belanda menemukan bahwa menonton film porno bisa melumpuhkan bagian otak yang memproses rangsangan indra penglihatan yang lama lama akan membuat kebutan pada mata. Tim ini melakukan uji coba terhadap 12 wanita yang meminta mereka untuk melihat tiga video film porno. Pada saat menonton, mereka dipasangkan alat pemindai otak Positron Emission Tomography (PET scan).
Maka dari itu kita sebagai Orang Tua/Pelajar harus tau hal mana yang untuk dipublikasikan dan mana yang tidak seharusnya dipublikasikan kepada anak dibawah usia. Orang tua bukan hanya Ayah dan Ibu. Orang Tua melainkan ialah orang yang dianggap lebih tua dan berpengetahuan lebih dari Anak dibawah usia.

Berkomentarlah secara baik dan benar, komentar bukan sebagai media promosi jika anda ingin menampilkan promosi anda.
Dilarang memberikan live link untuk mengoptimasi situs tersebut.
Jika anda menyalahgunakan komentar, maka akun anda akan masuk folder spam kami.
#SaveOurInternet