Jiwa Rusak, 4 Hormon Meningkat !

Jiwa Rusak, 4 Hormon Meningkat !
Jiwa Rusak, 4 Hormon Meningkat !
Pornografi memang sudah sangat berbahaya bagi anda, terutama dijaringan internet tidak ada batasan informasi porno tersebar. Memang remaja seringkali dipergoki pacaran, ciuman, dan hingga melakukan seks/aborsi yang memicu hal tersebut adalah bisa karena video porno dan kurang pengawasan orang tua terhadap anak.

Kerusakan yang dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.

Dopamin

Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan. Contoh dalam kasus pornografi, misal seorang remaja pertama kali merasa senang bisa melihat gambar syur, berikutnya dopamin akan menuntut peningkatan kepuasan.

Remaja menjadi rasa ingin mengulang dan menambah, ganti gambar dan suara, terus gambar suara dan gerak, lagi…lagi…dan lagi. Seperti orang bermain game, ia akan merasa puas jika berhasil naik ke level permainan berikutnya.

Hormon Neuroepinefrin

Hormon epinefrin sebenarnya bekerja untuk memantik ide-ide kreatif. Misal seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Melihat sebuah kejadian, ia akan berpikir tentang peluang usaha yang bisa dijadikan ladang uang atau sumber bisnis baru. Instingnya dalam hal bisnis tajam!

Sayangnya, jika hormon ini sudah dikendalikan oleh pornografi yang bersifat merusak, otak pecandu pornografi juga akan selalu dipenuhi dengan yang hal-hal yang pornografi dan seksualitas. Apabila ia melihat gambar yang merangsang sedikit saja, otak akan berpikir “kreatif” untuk berlaku menyimpang. Kalau ada perempuan yang memakai baju terbuka, mungkin orang normal hanya akan berkata ” Wanita itu sungguh menggoda” . Namun bagi orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berpikir, “Bagaimana ya rasanya melakukan hubungan dengan dia

Akibatnya, para pecandu pornografi tidak bisa berpikir jernih, malas menuntut ilmu/ belajar, dan malas berpikir kreatif. Hal itu karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak yang selalu bersambungan dengan yang namanya seks.

Hormon Serotonin

Hormon serotonin bekerja untuk memunculkan rasa nyaman dan tenang. Misal seseorang yang senang melihat pemandangan, ketika hatinya gundah ia akan pergi keluar untuk melihat pemandangan alam supaya hatinya tenang. Serotonin adalah nama sebutan populer untuk senyawa 5-hydroxytryptamine. Serotonin merupakan bagian dari Hormon Neurotransmitter Itulah efek kerja dari hormon serotonin, yaitu membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Ketika seseorang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Efeknya, setiap pecandu pornografi itu orang itu jengah, sedih, tertekan, atau stress, dia akan lari ke pornografi. Karena dengan begitu akan membuatnya tentram. Sama gak dengan narkoba ?

Hormon Oksitosin

Oksitosin sering dikenal sebagai “hormon cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri, kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu perasaan & perilaku untuk memelihara. Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin yang dapat membuat ikatan batin dan kejiwaan yang mendalam antara ibu dan anaknya.

Hanya saja, bagaimana jika ikatan itu terjadi dengan pornografi ? Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Akibatnya, pecandu tersebut menjadi terikat secara batin dengan pornografi !

Secara kejiwaan , berikut contoh-contoh perilaku yang ditunjukkan oleh korban kecanduan pornografi :
  1. Semakin meningkatnya bentuk sifat kasar secara seksual yang semakin meningkat terhadap wanita terutama bagi kaum pria.
  2. Mulai menyepelekan perkosaan sebagai tindak kejahatan atau tidak lagi menganggapnya sebagai kejahatan.
  3. Muncul hasrat yang besar terhadap jenis pornografi yang lebih menyimpang, aneh, atau kejam (seks yang normal tidak lagi dirasakan memuaskan).
  4. Menghilangkan nilai penting perkawinan dan mengurangi keyakinan bahwa perkawinan merupakan ikatan yang sah.
  5. Memandang seks bebas sebagai perilaku normal/biasa dan alami bahkan menerima budaya asing yang bebas dan menikmatinya.
Bagaimana ? Sudah tahu bukan dampaknya maka dari itu jangan sekali-kali anda mengenal budaya pornografi karena akan berbahaya bagi anda maupun keluarga anda. 

Artikel Selanjutnya :

Apa Komentarmu ?

Berkomentarlah secara baik dan benar, komentar bukan sebagai media promosi jika anda ingin menampilkan promosi anda.
Dilarang memberikan live link untuk mengoptimasi situs tersebut.
Jika anda menyalahgunakan komentar, maka akun anda akan masuk folder spam kami.
#SaveOurInternet